E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan
di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang
besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan
dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan
infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat
e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet
di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain
itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di
Indonesia. Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang
homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana
perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan
sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate
Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum
ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas
dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia
hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya,
perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan
membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan.
E-Commerce
Anything About E-Commerce
Total Tayangan Halaman
Selasa, 05 Mei 2015
Efektifitas Bisnis Menggunakan E-commerce
Berikut merupakan efektifitas bisnis yang dapat
kita rasakan bilamana memanfaatkan e-commerce sebagai sarana untuk menjalankan
bisnis:
1. Mempermudah komunikasi
antara konsumen dengan produsen
2. Memperluas jangkauan
konsumen dengan target pasar yang tidak terbatas
3. Mempermudah promosi
barang atau jasa
4. Proses e-commerce lebih
mudah untuk dilakukan baik untuk menjual barang maupun membeli barang.
5. Pembayaran yang mudah
yang dapat dilakukan dengan online
6. Penyebaran informasi
yang begitu mudah dilakukan.
Jenis Dan Tipe E-commerce
A. Pembagian E-commerce
berdasarkan jenisnya :
Dilihat dari jenisnya, E-Commerce kerap dibagi menjadi beberapa
kategori. Prinsip pembagian ini dilandasi pada jenis institusi atau komunitas
yang melakukan interaksi perdagangan dua arah. Berikut merupakan pembagian
e-commerce berdasarkan jenisnya:
1. B2B (
Bussines to Bussines )
1. Disebut juga transaksi antar perusahaan
2. Transaksinya menggunakan EDI dan email untuk
pembelian barang dan jasa, informasi & konsultasi
3. Digunakan untuk pengiriman dan permintaan
proposal bisnis.
2. B2C
(Bussines to Consument )
B2C adalah kegiatan E-businesses dalam pelayanan
secara langsung kepada konsumen melalui barang atau jasa. Dengan penjualan
langsung di internet dan pemesanan dapat langsung dilakukan oleh konsumen
karena biaya sudah tercantum. kelebihan dari B2C adalah sebagai berikut :
1. Disebut dengan transaksi pasar
2. Konsumen mempelajari produk yang ditawarkan
melalui publikasi
3. Membeli dengan electronic cash & sistem secure payment
3. Membeli dengan electronic cash & sistem secure payment
4. Meminta agar barang dikirimkan
Contoh perusahaan yang menerapkan konsep B2C adalah bhinneka yang Konsep pemasarannya pada Bidang Usaha :
Total IT Solution Spesialis dalam Komputer & Software Distribution
3. C2C (
Consumer to Consumer )
C2C adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat
ini. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan
(dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti
blogspot). C2C terjadi seorang individu melakukan penjualan produk/jasa langsung
kepada individu lainnya. Contoh perusahaan yang menerapkan konsep C2C
adalah Consumer
- to – business (C2B) Perorangan yang menjual produk atau layanan kepada suatu
organisasi,dan perorangan yang mencari penjual, berinteraksi dengan mereka, dan
menyepakati suatu transaksi.
4. Nonbusiness e-Commerce
Lembaga non bisnis yang menggunakan berbagai tipe e-Commerce untuk
mengurangi biaya atau untuk meningkatkan operasi dan layanan publik.
5. Intrabusiness
(Organizational) e-Commerce
Semua aktifitas intern organisasi,biasanya dijalankan di internet,
yang melibatkan pertukaran barang, jasa dan informasi. Dalam situasi ini perusahaan menggunakan e-commerce secara internaluntuk memperbaiki operasinya. Kondisi khusus dalam hal
ini disebut sebagai e-commerce
B. Pembagian E-commerce Berdasarkan Aplikasi Yang
Digunakan
Jika dilihat dari perspektif lain, yaitu
berdasarkan jenis aplikasi yang dipergunakan, E-Commerce dapat dikategorikan
menjadi 4 (empat) tipe: I-Market, Customer Care, Vendors Management, dan
Extended Supply Chain (Fingar, 2000). Sumber: Peter Fingar et al, 2000.
1. I-Market
Internet Market (I-Market) didefinisikan sebagai suatu tempat atau
arena di dunia maya dimana calon pembeli dan penjual saling bertemu untuk
melakukan transaksi secara elektronis melalui medium internet. Dari definisi
tersebut terlihat bahwa tipe bisnis yang terjadi adalah B-to-C karena sebagai
penjual produk atau jasa, perusahaan berusaha menghubungkan dirinya dengan
I-Market yang notabene merupakan komunitas para pengguna internet yang ada di
seluruh dunia. Prinsip yang dipegang dalam tipe ini adalah perusahaan
menyediakan berbagai informasi lengkap mengenai seluruh produk atau jasa yang
ditawarkan melalui internet, dengan harapan bahwa ada calon pelanggan yang pada
akhirnya melakukan pemesanan atau pembelian terhadap produk atau jasa tersebut
(order).
2. Customer Care
Tipe aplikasi E-Commerce kedua adalah suatu
usaha dari perusahaan untuk menjalin hubungan interaktif dengan pelanggan atau
konsumen yang telah dimilikinya. Jika pada waktu terdahulu perusahaan biasanya
menyediakan nomor telepon bebas pulsa (toll free) sebagai sarana yang dapat
dipergunakan pelanggan untuk bertanya, berdiskusi, atau menyampaikan keluhan
sehubungan dengan produk atau jasa yang telah atau akan dibelinya. Nomor
telepon ini pada dasarnya dihubungkan dengan pusat informasi perusahaan atau
call center. Dengan berkembangnya internet, maka dengan mudah konsumen dapat
berhubungan dengan customer service perusahaan selama 24 jam melalui situs
terkait. Tengoklah beberapa pelayanan yang biasa ditawarkan melalui situs
seperti: FAQ (Frequently Asked Questions), real time chatting, customer info changes, dan lain
sebagainya. Prinsip utama yang diharapkan oleh perusahaan dengan
mengimplementasikan E-Commerce jenis ini adalah untuk memberikan pelayanan
(supports and services) yang prima sehingga mempertinggi atau meningkatkan
loyalitas konsumen. Seperti halnya dengan I-Market, sebagian besar aplikasi
yang dipergunakan bersifat B-to-C.
3. Vendors Management
Hakekat dari sebuah bisnis adalah melakukan
transformasi “bahan mentah” menjadi sebuah produk atau jasa yang ditawarkan
kepada konsumen. Dengan kata lain, mayoritas perusahaan pastilah memiliki
pemasok (supplier) “bahan mentah” tersebut. Disamping itu, berbagai aktivitas
penunjang seperti proses administrasi, pengelolaan SDM, dan lain sebagainya
kerap membutuhkan beragam barang yang harus dibeli dari perusahaan lain. Proses
pembelian yang berlangsung secara kontinyu dan berulang secara periodik
tersebut pada dasarnya memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap
pengeluaran total perusahaan (cost center). Penerapan aplikasi E-Commerce untuk
menghubungkan perusahaan dengan para vendor pemasok berbagai kebutuhan bisnis
sehari-hari dapat menekan biaya total yang dikeluarkan untuk aktivitas
pengadaan dan pembelian barang. Dengan dimanfaatkannya aplikasi E-Commerce
jenis ini, perusahaan dapat melakukan eliminasi berbagai proses yang tidak
perlu, mengintegrasi beberapa proses yang dapat sekaligus dilakukan,
menyederhanakan proses yang berbelit-belit, dan mengotomatisasikan
proses-proses manual yang memakan waktu dan biaya. Sehingga prinsip yang dijalankan
dalam implementasi aplikasi E-Commerce ini adalah perusahaan melakukan proses
pemesanan, pengadaan, dan pembeliaan bahan-bahan yang dibutuhkan dari berbagai
pemasok dan vendor melalui internet, dan para rekanan ini akan mengirimkannya
kepada perusahaan sesuai dengan kebutuhan. Tipe B-to-B merupakan platform
transaksi yang diterapkan dalam tipe E-Commerce ini.
4. Extended Supply Chain
Supply Chain adalah urutan proses atau aktivitas
yang dijalankan perusahaan mulai dari “bahan mentah” (raw materials) dibeli
sampai dengan produk jadi ditawarkan kepada calon konsumen. Proses generik yang
biasa dilakukan dalam supply chain adalah: pengadaan bahan mentah, penyimpanan
bahan mentah, produksi atau operasi bahan mentah menjadi bahan baku/jadi, penyimpanan
bahan baku/jadi, distribusi, pemasaran dan penjualan, serta pelayanan purna
jual. Tidak seperti pada perusahaan konvensional dimana proses dari hulu ke
hilir ini dilakukan secara penuh dan menyeluruh oleh perusahaan, untuk dapat
berkompetisi di era globalisasi seperti saat ini, perusahaan harus menjalin
kerja sama dengan rekanan bisnis yang lain (collaboration to compete). Kunci
dari kerja sama ini adalah untuk menciptakan suatu produk atau jasa yang lebih
murah, lebih baik, dan lebih cepat dari yang ditawarkan para kompetitor. Tentu
saja untuk dapat menciptakan produk atau jasa yang demikian, proses penciptaan
produk atau jasa di internal perusahaan harus dilakukan pula secara murah,
baik, dan cepat. Di sinilah prinsip penggunaan E-Commerce dipergunakan, yaitu
untuk melakukan optimisasi supply chain perusahaan dengan cara menjalin
hubungan dengan seluruh rekanan atau pihak-pihak lain yang terlibat langsung
dalam proses penciptaan produk atau jasa melalui jalur elektronis semacam
internet. Jelas terlihat bahwa seperti halnya tipe E-Commerce Vendor
Management, prinsip B-to-B merupakan platform yang diterapkan dalam
pengembangan E-Commerce terkait.
Sejarah E-Commerce
Sejarah E-Commerce Di
Amerika
Sejarah perkembangan E-commerce di dunia di mulai dari kemunculan
internet yang kemudian terus berkembang sehingga timbulah E-commerce. Internet
mulai lahir pada tahun 1969 kelompok peneliti Amerika berhubungan dengan empat
komputer di UCLA, Stanford Research Institute, Universitas Utah, dan
Universitas California di Santa Barbara. Mereka menciptakan sebuah jaringan
untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Jaringan ini dikenal
dengan istilah ARPAnet – ARPA merupakan singkatan dari Advanced Research
Project Agency yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan AS. Tiga tahun
kemudian, lebih dari lima puluh universitas telah terhubung bersama-sama dalam
jaringan (network), dan jaringan komputer yang lain mulai muncul di sekitar
negara bagian dan dunia. Seiring dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula
dengan kerjasama jaringan antara kaum pendidik, dan eksperimen NASA mengenai
jaringan komputer, jaringan ini mulai terhubungkan satu dengan yang lain
interconnected, inilah awal mula dipakai istilah “Internet”. Istilah
perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti pesanan
pembelian atau invoice secara elektronik. Berkembang melalui aktivitas yang
mempunyai istilah “perdagangan web” melakukan transaksi pembelian dan penjualan
barang dan jasa melalui World Wide Web melalui sebuah server yang dianggap aman
(HTTPS). WEB mulai dikenal masyarakat luas pada tahun 1994, jurnalis
banyak beranggapan bahwa e commerce akan menjadi sebuah sector ekonomi yang
nantinya akan berkembang dengan pesat. Baru kurang lebih empat tahun protocol
HTTPS memasuki tahap matang dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat luas.
Antara tahun 1998 dan tahun 2000 banyak pebisnis dari Negara AS dan Eropa
mengembangkan situs web perdangan ini. Pengertian E-commerce (electronic
comers) adalah pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui system
elektronik seperti internet, televisi, world wide web, atau jaringan – jaringan
computer lainya. E commerce melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran
data elektronik, system manajemen inventori otomatis, dan system pengumpulan
data otomatis. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet. Sementara
itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif,
antara lain sebagai berikut :
1.
Perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi,
barang dan jasa, melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya.
2.
Perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi
menuju otomatisasi transaksi bisnis.
3.
Perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk
mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang.
4.
Perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual
dan membeli barang melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.
Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki
kesamaan yang mencakup komponen pembeli, penjual, barang dan jasa, media yang
digunakan dalam hal ini adalah internet. Perkembangan teknologi informasi
terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet
merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia,
sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan
yang lain diseluruh dunia. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur
yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga e commerce pun menjadi
identik dalam menjalankan bisnis di internet. Dengan menggunakan teknologi
informasi, e commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan
dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan
bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan
untuk dapat memberikan respon. E commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya
dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan
yang konsisten.
Sejarah E-Commerce Di
Indonesia
Di Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak
pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya
pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai
saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah
RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom,
menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan
telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses
transaksi secara online. Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic
Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di
negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya
kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga
handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat
menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. Perkembangan e-commerce di
Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom
Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi
online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat
D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual
bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran
sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/,
tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap
seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang
belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce
Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan
kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net. Indonesia
sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce,
untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia.
Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net
Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber
Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel. Kehadiran e-commerce
sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik
pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan
menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan
waktu. Saat ini dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan
internet di indonesia, telah memiliki dampak yang besar terhadap perubahan
bisnis. Yaitu mulai dari cara beriklan, cara jual beli, cara berinteraksi antar
manusia, dan sebagainya. Contoh e-commerce di Indonesia yang sudah popular dan
memiliki reputasi yang baik adalah seperti www.bhineka.com, www.blibli.com,
www.gramedia.com, E-commerce adalah sebuah layanan internet yang dimanfaatkan
untuk jual-beli. Dengan ecommerce telah banyak merubah dalam proses jual-beli.
Jika dalam suatu jual-beli penjual dan pembeli bertemu, namun jika dengan
e-commerce mereka tidak perlu bertemu, mereka berinteraksi dengan melalui
internet maupun dengan komunikasi melalui telepon. Dalam proses ini
kepercayaanlah yang menjadi modal utama. Karena tanpa kepercayaan kedua belah
pihak, maka proses jual-beli e-commerce bisa terjadi dan terlaksana. Namun
dengan perkembangan yang semakin pesat, maka banyak toko online / e-commerce
bermunculan. Baik mereka dengan memanfaatkan blog, social media, website.
Dengan pesatnya ini membuat semakin mudahnya dalam jual beli.
Dalam perkembangannya saat ini dengan banyaknya bermunculan toko
online. Sehingga banyak yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan pribadi
dengan melakukan penipuan. Pada awal 2010-2011 banyak bermunculan toko online
palsu baik melalui website maupun jejaring sosial. Mereka menjanjikan dengan
harga yang jauh lebih murah dari harga normal. Dalam prakteknya biasanya mereka
meminta transfer 50% di awal. Dan berjanji akan mengirimkan barangnya segera,
akan tetapi esok harinya mereka meminta pelunasan dengan alasan ada masalah di
bea cukai ataupun administrasi. Dan berjanji akan mengirimkannya secepatnya.
Akan tetapi setelah pelunasan terjadi oleh pihak pembeli. Maka si penjual
langsung menon aktifkan no ponsel yang dipakai untuk berhubungan dengan pembeli
tadi. Dengan melihat banyaknya kasus di atas maka seharusnya pihak pemerintah
melakukan regulasi atau aturan tentang toko online. Hal ini bisa dengan
pendaftaran atau pendataan toko online dengan aturan khusus.
Adapun tips untuk agar terhindar dari penipuan atau toko online
palsu adalah :
· Memastikan dengan mencari info tentang kebenaran web tersebut.
· Melakukan testimony di forum maupun mailist tentang toko online tersebut.
· Memastikan toko tersebut memiliki reputasi yang baik,termasuk
dalam purna jual / garansi.
· Jika toko tersebut memiliki fasilitas dari sebuah atau beberapa
bank dalam pembayaran, misal klikpay dari bank BCA, atau pembayaran dengan
kartu kredit. Maka bisa dipastikan toko tersebut benar dan memiliki reputasi
yang baik juga.
Langganan:
Postingan (Atom)